Paprika App Aplikasi Untuk Penggemar Kuliner

Paprika app sudah tersedia untuk jakarta

Paprika App Tawarkan Cashback hingga 30% di 400 Outlet Jakarta dan Medan

Jakarta, 24 February 2016 – Sebagai platform cashback untuk membantu pelaku usaha lifestyle melakukan promosi, startup asal Medan Paprika (http://paprika.co.id) baru-baru ini meluncurkan layanannya untuk pengguna di Jakarta. Paprika sendiri sudah menyediakan layanan ini di Medan sejak bulan Juli 2015 lalu melalui aplikasi Android dan iOS, dan sekarang ingin menambah jumlah pengguna serta upaya pemasarannya di Indonesia.

Melalui aplikasi Paprika, pengguna bisa berbelanja seperti biasa di outlet-outlet favorit mereka seperti Ristorante Da Valentino, Ron’s Laboratory, Oriskin, Alegro dan masih banyak lagi. Pada saat akan membayar, pengguna hanya perlu menunjukkan QR Code yang ada di aplikasi Paprika dan mereka akan langsung mendapatkan cashback minimal 10 persen dari total tagihan.

Paprika app sudah tersedia untuk jakarta
Paprika app sudah tersedia untuk jakarta

Layanan seperti ini masih termasuk baru dan belum dikuasai oleh siapapun di Indonesia. Meskipun begitu, bisa dibilang Paprika bersaing secara tidak langsung dengan Snapcart milik Ardent Capital. Snapcart sendiri adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna mendapatkan cashback dengan mengambil foto struk belanja mereka.

Paprika menggunakan metode yang berbeda karena aplikasi ini akan langsung memberikan cashback dalam bentuk poin ke smartphone penggunanya. Poin itu dapat dikumpulkan untuk kemudian dibelanjakan di seluruh outlet Paprika layaknya uang.

Di Indonesia sendiri, masyarakat punya berbagai opsi untuk menemukan penawaran dan diskon yang menarik di kota mereka secara online. Beberapa contohnya antara lain Groupon dan Ensogo. Namun promosi dari kedua layanan tersebut sangat tidak fleksibel dan pengguna biasanya harus menukarkan voucher sebelum kadaluarsa.

Dengan Paprika, pengguna bisa menggunakan poin dengan mudah tanpa terburu-buru. Ini berbeda dari program loyalty pada umumnya dimana poin yang terkumpul hanya bisa ditebus di tempat yang sama. Paprika menggunakan sistem yang dinamakan “universal cashback”, dimana pengguna bisa menggunakan poin yang telah terkumpul di seluruh outlet yang bekerjasama dengan Paprika.

“Kami percaya bahwa konsumen adalah pihak yang mengkonsumsi materi promosi, jadi kami ingin tempat usaha yang membayar langsung kepada konsumen” jelas Kalvin Yap, CEO Paprika.

Saat ini, Paprika menawarkan layanan cashback mereka di Jakarta dan Medan. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan lebih dari 400 outlet, termasuk diantaranya restoran, kafe, bar, pusat kebugaran, pusat kecantikan, dan karaoke keluarga. Beberapa mitra Paprika bahkan memberikan cashback hingga 30 persen ke pengguna.

Paprika Ingin Membantu Tempat Usaha di Jakarta dan Medan Berkembang

Aplikasi Paprika langsung disambut baik di kota asalnya, Medan. Startup ini telah memiliki lebih dari 35.000 pengguna terdaftar dan memproses lebih dari 45.000 transaksi di Medan. Secara total, perusahaan ini sudah memproses nilai transaksi lebih dari Rp 7 miliar. Dan mulai minggu ini, layanan Paprika sudah tersedia di Jakarta.

Berbeda dengan layanan online lainnya, Paprika tidak memungut biaya di muka dari tempat usaha yang bermitra dengannya. Sebaliknya, Paprika menggunakan model kerjasama berbasis performa. Tempat usaha mitra paprika tidak perlu membayar sepeserpun jika tidak ada pengguna paprika yang datang dan berbelanja. Satu-satunya yang perlu mereka lakukan adalah memberikan cashback minimal 10 persen ke pengguna. Dengan begitu, perusahaan mitra bisa menjalankan kerja sama ini tanpa ada resiko sama sekali.

“Kami ingin membantu mempromosikan tempat usaha mitra kami, sehingga mereka bisa lebih fokus membuat produk yang berkualitas, serta memberikan layanan yang memuaskan,” kata Kalvin. “Promosi dan iklan tradisional biasanya sangat mahal, dan memerlukan biaya awal yang sangat besar pula, sedangkan hasilnya sulit diukur. Sebaliknya, Paprika menitikberatkan layanan teknologinya berdasarkan performa penjualan.”

Satu fitur lain yang juga berguna untuk mitra adalah sistem analitik Paprika. Pemilik usaha bisa melihat siapa saja pelanggan mereka, dan mendapatkan saran dan masukan yang berguna untuk meningkatkan kualitas usaha mereka.

Paprika memiliki empat co-founder dari berbagai latar belakang: Kalvin Yap (CEO) dulunya bekerja di perusahaan milik keluarga di industri pengolahan kayu. Welly Huang (CTO) sebelumnya memegang posisi kepala bagian development di Otten Coffee. Indra Halim (CMO) berkecimpung di industri kuliner, serta selaku founder direktori kuliner terbesar di Medan, KulinerMedan. Terakhir, Wiyono Sumono (Chairman) memiliki berbagai usaha dari berbagai macam industri, termasuk manufaktur karet, minyak kelapa sawit, dan perhotelan. Kalvin dan Wiyono sebelumnya sudah pernah bekerjasama sebagai angel investors di perusahaan e-commerce Alikolo.

Di tahun 2016 ini, Paprika ingin bermitra dengan 2.000 tempat usaha di Indonesia. “Paprika akan terus berkembang,” kata Kalvin. “Kami ingin mengubah cara pemilik usaha mempromosikan usaha mereka ke konsumen dan membuat standar baru di industri ini.”

Paprika sudah bisa diunduh secara gratis di Android dan iOS

IMG-20160223-WA0036 Screenshot_2016-03-01-11-07-07 Screenshot_2016-03-01-11-07-14

 

About andi Robot Ijo 10 Articles
manusia biasa biasa saja dengan mimpi tidak biasa, sales panci dan sales obat kuat paling ajib..menjual segala macam barang halal..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*